Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Are Selenium Levels Linked to Diabetes?

Americans with diabetes have high levels of selenium in their bodies, prompting some health experts to suspect that it could contribute to development of the disease. In response to their new findings, a research team has recommended that U.S. residents stop taking supplements that contain selenium. 
 
Most Americans ingest large amounts of the mineral—substantially more than people elsewhere—because soil in much of the country contains high levels that are absorbed by crops. Selenium occurs naturally in soil and leaches onto farm fields from irrigation and streams.

The research team, led by Johns Hopkins University epidemiologists, examined the diabetes rate and selenium levels of 917 people over the age of 40 who participated in a national health study conducted by the U.S. Centers for Disease Control and Prevention in 2003 and 2004. They found that most had a lot of selenium in their blood, but those with diabetes had substantially more.

The benefits and dangers of selenium have been debated in recent years because some studies show it might help protect people from cancer and heart disease. Selenium is an essential element and antioxidant, but medical experts say there is a fine line between the amount that the body needs and the amount that is harmful.

“Given the current diabetes epidemic, the high selenium intake from naturally occurring selenium in U.S. soil and the popularity of multivitamin/mineral supplements containing selenium in the U.S., these findings call for a thorough evaluation of the risk and benefits associated with high selenium status in the U.S.,” the researchers wrote in a study published online in Environmental Health Perspectives on May 15.

“Furthermore,” they wrote, “our findings suggest that selenium supplements should not be used in the U.S. until there is a better understanding of their potential risks and benefits.”

Supplements containing selenium have gained popularity in the United States because of anti-cancer claims, and selenium levels in people have been rising. Nearly one-quarter of Americans over the age of 40 take selenium supplements or multivitamin supplements that include selenium.


Source :http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=selenium-linked-to-diabetes


Read More >>> ...

Berpuasa dan Metabolisme Logam Berat, Arsenik

Jutaan orang di beberapa negara terbelakang di dunia ini terpapar terhadap kadar arsenik yang tinggi melalui air minum yang terkontaminasi. Banyak dari mereka yang terpapar juga berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, dimana mereka tidak minum atau makan di siang hari. Tetapi efek berpuasa terhadap metabolisme arsenik belum diketahui sampai sekarang.

Keterpaparan jangka panjang terhadap arsenik dalam air minum diketahui menyebabkan kanker kulit, paru-paru, kandung kemih dan ginjal serta menyebabkan perubahan-perubahan pada kulit seperti pigmentasi dan penebalan kulit. Terjadinya kanker yang disebabkan oleh keterpaparan arsenik diyakini tergantung pada faktor makanan dan gizi, yang bisa mempengaruhi metabolisme arsenik.

Parvez Haris di Universitas De Montfor, Leichester, dan rekan-rekannya meneliti efek berpuasa terhadap bagaimana arsenik diekskresikan dalam urin. Mereka menggunakan sekelompok relawan di Inggris yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Para relawan ini dipaparkan terhadap air yang mengandung arsenik tetapi tidak sampai mencapai level kontaminasi. Mereka memberikan sampel urin yang pertama kali dikeluarkan di pagi hari, pada awal puasa di hari tersebut, dan saat matahari terbenam ketika mereka telah berbuka puasa.

Haris dan rekan-rekannya menganalisis sampel-sampel urin tersebut dengan menggunakan teknik spektrometri massa dan menemukan bahwa total kadar arsenik pada awal dan akhir waktu berpuasa tidak berubah signifikan. Akan tetapi, salah satu spesies arsenik yang sangat toksik, metilarsonat, ditemukan lebih sering pada sampel yang diambil di sore hari dibanding yang diambil di pagi hari.

Haris menyebutkan hasil ini menunjukkan bahwa berpuasa merubah bagaimana tubuh memetabolisasi arsenik, sehingga mendukung penghilangan spesies arsenik paling toksik yang ada dalam tubuh.

Karena dalam penelitian ini sampel air yang digunakan mengandung kadar arsenik di bawah level kontaminasi, Haris akan meneliti bagaimana berpuasa mempengaruhi metabolisme arsenik pada orang-orang yang terpapar terhadap kadar arsenik yang tinggi di negara-negara seperti Bangladesh dan India.


Read More >>> ...

Pendeteksian produk susu: memantau melamin dalam susu

Dua kelompok ahli spektroskopi massa terkemuka telah menerapkan keahlian mereka untuk memperbaiki pendeteksian melamin dalam susu.

Mereka merespon terhadap tuntutan akan teknik pendeteksian melamin yang sederhana, cepat dan murah setelah bahan kimia industri ini ditemukan terdapat dalam produk susu di Cina pada bulan September 2008. Bubuk susu yang tercemar disalahkan atas kematian empat bayi, sebagai penyebab penyakit yang mengenai puluhan ribu bayi.

Melamin, yang umum digunakan sebagai pencegah kebakaran material dan sebagai resin plastik, ditambahkan ke dalam susu selama pengolahan untuk meningkatkan kandungan proteinnya yang dinilai berdasarkan analisis kandungan nitrogen total.

Kedua teknik baru ini sama-sama memiliki kelebihan yakni sangat spesifik, akurat, sederhana dan cepat. Keduanya menggunakan ionisasi lingkungan − sampel-sampel diionisasi dalam lingkungan aslinya. Ini berarti teknik-teknik ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi alat pendeteksian yang mudah dibawa-bawa untuk digunakan dalam kontrol kualitas produk. Teknik kedua kelompok ini berbeda rincian ionisasi sampelnya.

Renato Zenobi, ETH Zurich, Switzerland, dan rekan-rekannya menggunakan ultrasound untuk merubah sampel susu cair yang dibubuhi melamin menjadi percikan halus (nebulise). Percikan ini kemudian diionisaisi dengan teknik EESI (ionisasi elektrospray ekstraktif) dan dianalisis dengan menggunakan spektrometri massa tandem. Metode ini memerlukan waktu 30 detik per sampel untuk pemrosesan sampel yang maksimal. Batas deteksi melamin terendah berada dalam rentang beberapa nanogram melamin per gram susu.

Zenobi berkomentar tentang teknik ini dengan mengatakan "nebulisator untuk penyaluran sampel EESI sangat sederhana dan cepat, disamping mempertahankan sensitifitas yang tinggi."

Graham Cooks, Universitas Purdue, West Lafayette, US, dan rekan-rekannya menggunakan probe plasma suhu rendah untuk mengionisasi sampel dan, dengan menggunakan tipe spektrometri yang sama, mencapai kecepatan dan batas deteksi yang sebanding. Batas deteksi yang ditemukan oleh kedua kelompok ini berada di bawah batas minimum toksisitas melamin bagi manusia.

Cook mengatakan bahwa teknik yang ada sekarang untuk penentuan melamin cukup kompleks, "media banyak membahas skandal penyembunyian melamin dan melaporkan metodologi spektrometri massa-kromatografi cair triple quadropole untuk pendeteksiannya. Kami tertantang untuk menggunakan instrumentasi yang lebih sederhana dan membuat sebuah metode yang lebih cepat berdasarkan pada ionisasi lingkungan."

David Muddiman, profesor spektrometri massa di North Carolina State University, Raleigh, US, menyebut teknik-teknik ini sebagai "contoh yang mengagumkan dari bagaimana metode-metode ionisasi analisis langsung yang inovatif, ketika dikombinasikan dengan spektrometri massa, memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah kontemporer yang dihadapi dunia. Teknik-teknik ini telah mengatasi semua kendala-kendala utama sehingga memungkinkan spektrometri massa tidak hanya dapat berkompetisi, tetapi menjadi metode utama dalam tipe-tipe analisis ini."

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Read More >>> ...

Unsur-unsur toksik dalam asap rokok

Logam-logam berat seperti arsenik, kadmium, dan timbal telah dideteksi dalam asap rokok,dengan menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik ini bisa merambat sampai jarak berbeda-beda alam aliran udara.

Rokok yang sedang terbakar menghasilkan lebih dari 4000 zat kimia; banyak diantaranya yang bersifat toksik dan sekitar 40 menyebabkan kanker. Senyawa-senyawa ini tetap berada di udara sebagai asap tembakau lingkungan yang dihirup oleh orang lain di kawasan tersebut. Ada dua tipe asap rokok, yaitu: asap rokok utama yang keluar dari mulut perokok dan asap sampingan yang berasal dari ujung rokok yang terbakar.

Ketika meneliti logam-logam berat dalam asap rokok sampingan, para peneliti di perusahaan rokok Philip Morris, US, menemukan tumpukan arsenik dalam cerobong asap yang digunakan dalam tahap pertama pada peralatan mereka. Fenomena ini tidak ditemukan untuk kadmium atau timbal. Mereka menganggap bahwa yang menyebabkan ini terjadi adalah bahwa arsenik bisa menjadi uap cair sedangkan kadmium dan timbal adalah partikulat padat.

Michael Chang dan rekan-rekannya menggunakan sebuah alat yang disebut cerobong "ekor ikan" untuk menyalurkan asap dari sebatang rokok yang sedang terbakar menuju ke sebuah jet impactor yang mengumpulkan asap sebagai kondensat. Asap yang tersisa dilewatkan melalui sebuah saringan ester selulosa campuran untuk mencoba menangkap asap yang tersisa. Beberapa cara dicoba untuk mempersiapkan asap yang telah berkondensasi pada bagian-bagian yang berbeda dari alat. Metode yang terbaik adalah pengambilan sampel adukan, yang melibatkan penggunaan deterjen Triton X-100 dan asam nitrat untuk membuat adukan dengan kondensat asap. Spektroskopi massa berpasangan induktif digunakan untuk menganalisis adukan.

Deposisi persentase total arsenik yang lebih besar (20 persen), dibanding kadmium atau timbal (kurang dari 5 persen) dalam cerobong tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik dalam asap rokok bisa merambat secara berbeda dalam aliran udara dan bisa terdeposisi pada titik-titik berbeda. Para peneliti ini menduga perilaku ini disebabkan oleh perbedaan antara unsur fase padat (partikulat) dan cair (uap).


Wendy E M Crocker

References:
M J Chang, K Walker, R L McDaniel and C T Connell, J. Environ. Monit., 2005, 7, 1349. (DOI: 10.1039/b509048b)

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Read More >>> ...

Sedotan Kehidupan

Oleh Soetrisno

Terkadang solusi yang paling inovatif ternyata adalah yang paling sederhana. LifeStraw merupakan salah satu diantara temuan yang paling inovatif tersebut. Alat yang berbentuk sedotan ini diciptakan oleh Vestergaard Frandsen sebagai hasil dari penelitian selama puluhan tahun oleh para peneliti air, untuk orang-orang yang hidup di negara-negara berkembang. Jika setiap orang yang kekurangan sumber air minum bersih mendapatkan LifeStraw sekarang ini, maka puluhan juta nyawa bisa langsung diselamatkan. Alat ini merupakan sebuah sedotan plastik sepanjang 31 cm dan berdiameter 30 mm dengan harga sekitar $3,00. Apabila air permukaan yang mengandung Salmonela, Shigella, Enterococcus dan Staphylococcus serta bakteri-bakteri dari air lainnya dihisap lewat sedotan ini, bakteri-bakteri berbahaya tersebut akan terjebak di dalam dan air bersih yang aman bisa langsung diteguk. Filter ini dapat digunakan selama satu tahun penuh untuk satu orang dan setelah itu harus diganti.

Air yang dihisap pertama-tama melewati sebuah filter dengan jarak jalinan 100-mikrometer, kemudian melalui sebuah saringan 15-mikrometer. Air selanjutnya melewati sebuah ruang yang berisi manik-manik berlapis iodin, yang membunuh bakteri yang tersisa. Kemudian air melewati sebuah ruang kosong, dan terakhir melewati karbon aktif, yang menghilangkan rasa iodida dan bakteri yang berukuran sedang. Semua proses ini dilakukan hanya dengan menghisap secara reguler, tidak beda jauh ketika menggunakan pipet minuman konvensional sehari-hari. Sedotan ini dapat menyaring hingga 700 liter air sebelum harus diganti.

Alat ini tidak memiliki bagian-bagian yang dapat dilepas, tidak menggunakan listrik dan tidak memerlukan perawatan. Ini menjadikannya sebagai sebuah cara menyaring air yang sederhana dan terjamin yang bisa digunakan siapapun di dunia ini. Satu-satunya persyaratan yang diperlukan adalah kemampuan untuk menghisap. Bahkan anak kecil dan bayi bisa diselamatkan dengan menggunakan LifeStraw. Penyakit seperti difteria, kolera dan diare yang disebabkan oleh bakteri umum akan dicegah dengan penggunaan LifeStraw.

Inovasi-inovasi yang diberikan oleh LifeStraw sangat mengesankan sehingga disebut sebagai salah satu temuan terbesar di 2005 oleh Time Magazine dan memenangkan Index Award untuk inovasi di bidang desain yang akan secara signifikan memperbaiki hidup manusia. Biaya yang murah dan imbas langsung yang bisa dimiliki oleh LifeStraw ketika mencapai orang-orang yang membutuhkan akan menjadikan alat ini sebagai alat yang sempurna untuk para kelompok-kelompok amal di dunia. Dengan dikombinasikan dengan upaya-upaya baru untuk menyediakan sumur dan waduk-waduk bagi masyarakat, LifeStraw bisa memberikan kontribusi langsung yang signifikan bagi krisis air global yang kita hadapi dengan mewujudkan Tujuan Pembangunan Milenium yakni mengurangi setengah jumlah orang yang tidak memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman pada tahun 2015. LifeStraw juga bisa menjadi cara yang jitu untuk mengatasi kebutuhan mendesak akan air oleh para korban bencana alam seperti angin badai, gempa bumi dan lain-lain.

Disadur dari berbagai sumber. (www.chem-is-try.org)

Read More >>> ...

Radiasi Nuklir Ternyata Lebih Ramah dibanding Radiasi Alam

Oleh Sinly Evan Putra


Jika kita berasumsi secara bebas dengan sebuah pertanyaan; jumlah korban mana yang paling banyak diantara jumlah orang yang meninggal karena radiasi nuklir dengan orang yang meninggal karena merokok?. Seandainya anda pakar kesehatan, tentu anda akan menjawab secara meyakinkan bahwa orang yang meninggal karena merokok, lebih banyak jumlahnya. Dan itu fakta. Tetapi dikarenakan media-media informasi seperti TV, surat kabar, ataupun internet, lebih banyak menyuguhkan negatifnya nuklir, sehingga sering mempengaruhi opini publik.

Anda bayangkan saja, jika anda disuguhkan suatu berita tentang peristiwa Hiroshima dan Nagasaki ataupun peristiwa Tragedi Chernobyl yang merengut nyawa ribuan orang sekaligus. Tentu anda akan menyatakan nuklir sangat berbahaya dan berasumsi jumlah korban nukilr lebih banyak karena korbannya secara massal. Hal ini jauh berbeda dengan korban merokok, tentu kita tidak pernah mendengar adanya korban massal akibat keracunan asap rokok. Yang ada korban akibat merokok berjatuhan disekitar kita, yang terkadang tidak kita sadari. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) diperkirakan 4,9 juta orang meninggal dunia tiap tahunnya. Umumnya vonis akhir secara kesehatan bagi korban merokok ini adalah karena mengidap penyakit kanker.

Deskripsi diatas adalah salah satu contoh bahwa radiasi alam lebih berbahaya dari radiasi nuklir? kok bisa? Sebenarnya tanpa disadari oleh para perokok, bahwa selama mereka merokok, mereka telah terpapar radiasi salah satu gas radioaktif alam yaitu gas radon yang terdapat dalam daun tembakau. Radioaktif alam ini berasal dari pupuk fospat (P) yang dipupukkan pada daun tembakau sehingga gas radon terakumulasi di dalam tembakau. Sehingga perokok akan mudah terkena kanker paru-paru karena radiasi dari gas radon tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru.

Secara umum gas radon ini lebih banyak terserap oleh para penambang bahan galian, karena pekerja tambang secara langsung menghirup gas radon secara berlebihan. Menurut perkiraan resiko kematian akibat gas radon mencapai 0,005%. Di Amerika Serikat misalnya dari sekitar 200 juta penduduknya diperkirakan ada 10-20 ribu orang meninggal karena menghirup gas radon.


Di Indonesia sendiri diketahui beberapa bahan bangunan seperti asbes dan gypsum yang banyak digunakan sebagai atap, semen, dan lain sebagainya mengandung bahan radioaktif. Di Swedia yang beriklim dingin sehingga rumah-rumah dibuat dari tembok yang tebal dengan ventilasi yang sedikit. Karena itu penumpukkan gas radon dalam rumah menjadi berlebih sehingga ada beberapa rumah yang mengandung unsur radiokatif alam seperti U238, Th232, dan K40 di atas batas kewajaran. Kadar gas radon dalam rumah tersebut mencapai 260 Bq/m3 udara, padahal kadar wajar di udara adalah 10 Bq/m3.

Selain radiasi gas radon, beberapa radiasi alam yang lain adalah radiasi kosmik dan sinar UV dari lampu neon. Bila dibandingkan dengan radiasi alam ini, bahaya radiasi nuklir jauh lebih kecil dari radiasi alam yang secara wajar kita terima. Hal ini dikarenakan intensitas kita terpapar oleh radiasi alam hampir setiap hari sedangkan radiasi nuklir hanya terjadi apabila terjadi kebocoran reaktor. Tetapi dengan kemajuan teknologi kemungkinan kebocoran itu sangat kecil karena telah dibuatnya keselamatan reaktor yang berlipat-lipat. Selain itu pula, radiasi nuklir buatan diuntungkan dengan waktu paruh dari sumber radiasi yang singkat, diantaranya Ce137, Co60, Xe, dan I131. Radiasi buatan ini mempunyai waktu paruh yang pendek dan zat radiokatif ini dapat dinyatakan habis jika telah 10 kali waktu paruhnya. Semisal waktu paruh dari I131 adalah 8 hari, jadi apabila terjadi kebocoran reaktor, maka reaksi yodium ini akan habis dalam waktu 80 hari.


Efek Radiasi

Efek radiasi secara umum bagi tubuh manusia dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu:

1. Efek Stokastik
Efek stokastik yaitu efek radiasi yang kemunculannya pada individu tidak bisa dipastikan dengan faktor 10-5 (dari 100.000 orang diperkirakan yang terkena hanya 1 orang). Efek dari radiasi ini dikatakan stokastik jika radiasi yang terserap oleh tubuh dalam dosis rendah yaitu 0,25-1.000 mSv. Misalnya saja pada alat diagnosa gondok, penerimaan radiasi rendah ini diperbolehkan bukan hanya karena aman namun justru menguntungkan.

2. Efek Deterministik
Efek deterministik yaitu efek radiasi yang pasti muncul bila jaringan tubuh terkena paparan radiasi pengionan. Efek determiristik dapat terjadi bila dosis radiasi yang diterima telah lebih dari ambang batas seharusnya yaitu dibawah 3.000 mSv. Bila radiasi yang diterima diantara 3.000-6.000 mSv maka akan menyebabkan kulit memerah atau kerontokan rambut. 6.000-12.000 mSv akan menyebabkan perasaan mual, nafsu makan berkurang, lesu, lemah, demam, keringat yang berlebihan hingga menyebabkan shock yang beberapa saat akan timbul keluhan yang lebih parah yaitu nyeri perut, rambut rontok, bahkan kematian.

Tetapi kemungkinan efek deterministik ini sangat kecil mengenai kita, dikarenakan berdasarkan survei lembaga penelitian yang menangani nuklir, radiasi nuklir hanya sebesar 0.08 mSv.

Untuk pekerja di reaktor nuklir untuk menangani efek radiasi ini agar tidak sampai ke tubuh individu, terdapat tiga dasar proteksi radiasi (keselamatan radiasi). Yaitu pengaturan waktu kerja dengan radiasi, pengaturan jarak dengan sumber radiasi, dan penggunaan bahan pelindung radiasi. Semakin pendek waktu yang digunakan untuk berada di medan radiasi, semakin jauh dari radiasi dan semakin tebal bahan pelindung, akan memperkecil dosis radiasi yang diterima.

Penutup

Dari penjelasan di atas, dapatlah kita ketahui bahwa nuklir bukanlah momok yang mengerikan bagi kita. Berbagai hal yang kita takutkan ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Bahkan dapat dikatakan bahwa teknologi nuklir adalah teknologi ramah lingkungan dan berbagai manfaat dapat kita peroleh dari nuklir ini. Di sini pemerintah dan masyarakat harus mencoba untuk memahami nuklir secara lebih lagi. Karena boleh jadi, perbedaan persepsi dan pertentangan opini tentang pengembangan nuklir di Indonesia, yang selama ini terjadi, boleh jadi dikarenakan karena kita tidak tahu dan terlalu trauma dengan tragedi nuklir masa lalu.

Read More >>> ...

GULA Picu Kerusakan Sel dan Penuaan

Oleh Arifiyah Rahmah
Lulusan FMIPA Kimia UGM


Makanan yang sehari-hari dimakan dapat mempengaruhi proses penuaan. Makanan yang kita makan dapat memberi bahan bakar bagi tubuh dan mempertahankan kerja sistem tubuh yang kompleks. Makanan secara langsung dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental, jumlah kerutan di wajah, kondisi keseluruhan otot dan tubuh, kondisi organ-organ dalam tubuh, kemampuan otak dan daya ingat, serta kondisi mental dan emosi. Nutrisi dibutuhkan tubuh dan otak untuk memperlambat penuaan. Tubuh membutuhkan suplai protein kualitas tinggi dan lemak yang baik. Makanan yang banyak mengndung gula dan karbohidrat seperti nasi, pasta, dan kentang berpotensi menyebabkan peradangan.

Kurangnya pengonsumsian protein kualitas tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel, dan tubuh pun tidak mampu memperbaikinya. Kerusakan ini sebetulnya tidak perlu terjadi dan dapat diperbaiki. Konsumsi gula dan karbohidrat berlebihan menyebabkan kandungan gula dalam darah meningkat sehingga terjadi sejumlah reaksi kimia yang mengakibatkan peradangan. Awalnya gula darah akan bereaksi dengan mineral dalam tubuh, seperti zat besi dan tembaga sehingga menghasilkan radikal bebas yang kemudian akan menyerang selaput lemak sel. Akibatnya, timbul aliran zat kimiawi penyebab peradangan sehingga menimbulkan kerusakan yang lebih parah dan mempercepat penuaan.

Peradangan sama dengan penuaan. Peradanganlah yang menyebabkan timbulnya kerutan, mudah lupa, mudah tersinggung dan stress dan menurunnya kesehatan. Gula darah yang meningkat akan menghasilkan radikal bebas yang dapat mengoksidasi lemak. Lemak yang teroksidasi ini tidak baik bagi tubuh. Kolesterol juga dapat teroksidasi. Kolesterol dibagi menjadi 2 yaitu LDL dan HDL. Kebanyakan orang menyebut LDL sebagai kolesterol jahat dan HDL sebagai kolesterol baik. Kolesterol LDL dapat menjadi jahat bila teroksidasi. Gula darah yang tinggi akan menyebabkan LDL teroksidasi. Kalau teroksidasi, LDL akan menimbulkan timbunan plak pada dinding pembuluh arteri. Timbunan ini dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat sehingga terjadilah penyakit jantung koroner. Dalam hal ini, tingginya kadar gula darah dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah dan jantung koroner.

Membanjirnya gula dalam darah dapat mengakibatkan kolagen pada kulit jadi saling silang, sehingga memicu timbulnya kerutan, kulit kendur, dan memudarnya warna kulit. Selain itu, serotonin (zat kimiawi otak yang menimbulkan perasaan senang) akan menurun drastis. Kopi dapat meningkatkan kadar insulin dan merangsang produksi hormon kortisol, yaitu hormon stress, yang menyebabkan perut menimbunan lemak dan juga menimbulkan efek toksik (racun) pada sel-sel otak.

Molekul gula dapat pula mengikatkan dirinya pada serat-serat kolagen. Ini dapat menimbulkan serangkaian reaksi kimia spontan. Reaksi ini akan berujung pada pembentukan dan akumulasi ikatan saling silang antara molekul kolagen. Saling silang yang terjadi pada kolagen ini menyebabkan hilangnya elastisitas kulit. Secara normal, untaian kolagen yang sehat akan saling terentang di atas satu sama lain sehingga kulit akan tetap elastis dan tidak ada kerutan. Orang-orang yang kolagennya telah bersaling silang akibat bertahun-tahun mengonsumsi karbohidrat dan gula berlebih kulitnya tidak elastis seperti semula. Garis-garis halus akan menetap karena di situlah molekul gula terikat pada kolagen sehingga mengakibatkan serat-serat kolagen menjadi kaku. Ikatan antara gula dan kolagen aakan menghasilkan sejumlah besar radikal bebas yang akan mengarah ke timbulnya peradangan yang lebih banyak lagi.

Tubuh membutuhkan karbohidrat agar dapat berfungsi normal. Makanan yang bagus untuk dikonsumsi adalah yang mengandung kadar gula/karbohidrat rendah dalam wujud buah-buahan dan sayur-sayuran. Makanan tersebut mengandung vitamin, mineral dan antioksidan yang dapat memperlambat tanda-tanda penuaan dan memberikan energi esensial. Makanan ini juga mengandung air yang dapat membantu mencegah dehidrasi kulit dan tubuh. Produk kalengan perlu dihindari karena proses pemanasan dan pengolahannya merusak banyak zat gizi yang dikandung makanan. Selain itu, makanan kalengan juga mengandung garam dan gula yang jika berlebih, tidak dibutuhkan tubuh. Di antara makanan yang dapat dinikmati adalah almond, alpukat, apel, asparagus, ayam, bayam, blueberry, brokoli, buncis, kepiting, anggur, jahe, jamur, tomat, kacang-kacangan, kedelai, kembang kol, mentimun, kiwi, cerry, jeruk, kubis, ikan kod, lobak, lobster, minyak zaitun, putih telur, salmon, sayur-sayuran hijau, selada, susu rendah lemak, tahu, teh, terong, udang, yogurt dan zaitun.

Daftar Pustaka :
Nicholas Perricone, M.D. 2007. The Perricone Prescription. Serambi. Jakarta

Sumber:chem-is-try

Read More >>> ...

Kandungan Bahan Kimia Dalam Tinta Tatto

Oleh Rahma

Dewasa ini mentato badan bukan merupakan hal yang menakutkan bagi para remaja muda atau dewasa, dengan alasan seni atau apapun. Mereka rela mentato bagian tubuh mereka, bahkan di bagian yang seharusnya tertutup termasuk juga kaum wanita. Terlepas dari apa pun, tentunya kita semua ingin tahu bagaimana proses pembuatan tato itu sendiri, bagaimana kulit mereka yang halus terukir dengan beraneka warna dan corak? Reaksi apakah yang terjadi pada kulit mereka? Bagaimana kandungan pewarna atau tintanya? Apakah ia berbahaya bagi pemakainya? Untuk mengetahuinya mari kita lanjutkan uraian di bawah ini.

Apakah tinta tatto itu? Apakah ia berbahaya?
Tinta tatto adalah zat pewarna yang berisi pigmen. Itu jawaban yang paling singkat. Namun jenis zat pewarna serta kandungan utama tidak dapat kita jawab seratus persen dengan tepat karena perusahaan yang memproduksi tinta dan pigmen tidak di wajibkan dan diharuskan untuk menguraikannya ke khalayak umum tentang kandungan produk tinta yang mereka produksi, karena tinta memang bukan untuk konsumsi atau obat bagi manusia.

Sebagian tinta tattoo secara teknis bukan merupakan tinta pada umumnya. Tinta tattoo adalah pigmen yang tersuspensi dalam cairan khusus (carrier solution). Sedangkan pigmen itu sendiri tidak semuanya berasal dari tumbuhan, namun juga sebagian terbuat dari logam dalam bentuk garam-garamnya, dan polimer tertentu. Pigmen-pigmen inilah yang nantinya akan menentukan warna pada tattoo. Tujuan dari larutan pensuspensi atau (carrier solution) selain sebagai pelarut pigmen juga bertujuan sebagai pendesinfektan pada pigmen yang terlarut, meratakan pencampuran, dan memastikan kemudahan aplikasi kegunaannya.

Karena kandungan tinta yang berupa pigmen sintesis inilah tinta tattoo diragukan keselamatannya dalam penggunaannya. Selain itu yang menjadi perhatian penting adalah proses penyuntikan tinta ke dalam kulit yang di ragukan kehigienisannya. Oleh sebab itu sangat penting untuk mengetahui kandungan tinta tattoo baik berupa jenis pigmen yang terkandung serta kandungan dan jenis larutan suspensi, dengan melihat sebagian datanya di MSDS (Material Safety Data Sheet). Namun, tidak semua MSDS akan mengidentifikasi semua reaksi kimia atau resiko yang terjadi karena interaksi antara kulit dan tinta. Tetapi MSDS akan memberikan informasi dasar tentang setiap komponen tinta, dan hal yang harus disadari adalah pigmen sintesis dan tinta tidak di rekomendasikan oleh assosiasi obat dan makanan di dunia.

Karakteristik Zat Kimia dalam Pigmen

Dulunya pigmen hanya berasal dari mineral tanah bagian atas, karbon hitam, dan sintesis dari tumbuh-tumbuhan, namun kini sudah banyak industry pigmen sintesis yang bukan saja berasal dari tumbuhan, namun juga berasal dari sintesis polimer dan logam dalam bentuk garam-garaman. Sehingga dapat di pastikan akan memberikan dampak yang sangat jelas jika digunakan pada manusia, mulai dari alergi ringan, penyakit kulit, serta reaksi phototoxic ( yaitu reaksi yang terjadi karena adanya cahaya, terutama cahaya matahari. Dimana pigmen bereaksi dengan cahaya tersebut dan mengakibatkan keracunan atau kerusakkan pada kulit dan sel). pigmen yang bereaksi dengan cahaya biasanya akan berubah menjadi hitam berkilat dan pigmen jenis seperti ini biasanya sangat berbahaya, walaupun sebagian ada yang mungkin cukup aman, namun lebih banyak yang bersifat radioaktif dan toxic.

Di bawah ini adalah table tentang kandungan bahan kimia yang terdapat dalam pigmen pada tinta tattoo.



Dari bagan informasi sederhana diatas dapatlah kita simpulkan tentang baik tidaknya seseorang yang menggunakan tattoo. Karena pada dasarnya ketika jarum mesin tinta menusuk kulit kita, jarum tersebut telah memasukkan tinta dan menyimpannya di bagian dermis kulit. Secara kasat mata tattoo berada dibagian epidermis, atau dibagian lapisan luar kulit. Dermis ini terletak di bagian lapisan kedua dari kulit, karena pada sel dermis kondisi selnya lebih stabil dari pada lapisan epidermis sehingga tinta tattoo akan selamanya berada disana sepanjang usia orang yang menggunakannya.

Read More >>> ...

Ancaman Arsenik Di Balik Susu Beras

Oleh Tomi Rustamiaji, S.Si
Institut Teknologi Bandung


Para peneliti telah menemukan bahwa level arsenik dalam air beras telah melewati ambang batas dari standar air minum Uni-Eropa dan Amerika. Andrew Meharg dan rekan sejawat dari University of Aberdeen, Inggris, telah menemukan bahwa orang-orang yang meminum susu beras terancam oleh konsentrasi tinggi dari arsenik (terutama dalam bentuk anorganik). Telah diketahui bahwa beras dapat mengandung kadar tinggi dari arsenik anorganik, sebuah senyawa karsinogenik untuk manusia. Namun kekhawatiran tentang kadar arsenik anorganik dalam susu beras tidak setinggi seperti sekarang. Susu beras adalah susu pengganti untuk para vegetarian dan penderita alergi laktosa.

Tim Meharg menganalisa sampel dari susu beras untuk mengamati transfer arsenik anorganik ketika beras dirubah menjadi susu beras. Mereka menguji susu beras komersial dan susu beras buatan sendiri dari bijih beras putih dan coklat. Selain itu pengamatan kadar arsenik dalam susu kedelai dan susu gandum pun diamati.

Peraturan Uni-Eropa mengatur nilai ambang batas dari jumlah arsenik yang diijinkan terkandung dalam air minum, dan Amerika secara spesifik membatasi batas kadar senyawa-senyawa arsenik anorganik. Kedua peraturan ini tidak mengatur kadar arsenik dalam makanan, dan belum ada kejelasan tentang kategori pengkelasan susu berada dimana.

Meharg menemukan bahwa semua sampel susu beras komersial melebihi batas peraturan Uni-Eropa untuk air dan 12 dari 15 sampel melebihi standar Amerika dengan total median kadar arsenik berada pada tingkat tujuh kali lipat lebih banyak dibandingkan sampel susu kedelai dan susu gandum.

David Polya dari University of Manchester, Inggris, adalah seorang ahli di bidang resiko senyawa kimia lingkungan terhadap manusia. Dia berujar bahwa penelitian ini menyorot sebuah keinkonsistenan pada penerapan peraturan dari senyawa karsinogenik, seperti arsenik, antara minuman dan makanan. Golongan yang umumnya memiliki resiko, seperti vegetarian, tidak diidentifikasi sebagai perkiraan eksposur rata-rata” tambahnya.

Meharg mengatakan bahwa kelompok penelitiannya akhir-akhir ini telah menerima pendanaan untuk menghasilkan tanaman beras yang lebih sedikit mengandung arsenik. Ia juga bermaksud untuk mengkarakterisasikan ketersediaan biologis dari arsenik dari beras terhadap manusia untuk membuktikan bahwa rute eksposur ini mengkhawatirkan.

Read More >>> ...

Sendi Buatan


Universitas Tokyo bersama dengan sebuah perusahaan manufaktur sendi buatan, Japan Medical Materials Corporation di Osaka berhasil mengembangkan sebuah sendi buatan (Artificial joint) yang tidak mudah longgar pada bagian sambungan dengan tulang. Melapisi permukaan dengan molekul tingkat tinggi(high-molecular), bubuk abrasi (worn powder) dapat menimbulkan kerusakan pada tulang dan menjadi penyebab utama kelonggaran pada sendi, dapat dihilangkan.

Penemuan sendi buatan baru dapat digunakan selama 25-30 tahun secara terus menerus, menjadi 2 kali lipat masa penggunaan sendi buatan yang ada di pasaran saat ini. Tahun ini direncanakan akan dipasang pada sendi pinggul/selangkangan buatan (Artificial crotch joint) untuk menjalani tes klinis.

Sendi buatan sendiri umumnya terbuat dari bahan titanium alloy yang dipasang pada kedua ujung tulang dan berfungsi sebagai pengganti persendian yang rusak. Sedangkan sendi pinggul/selangkangan buatan dipasang pada persambungan tulang paha dan tulang pinggul.

Di Jepang jumlah pasien yang menjalani operasi pemasangan sendi buatan mencapai sekitar 130 ribu orang tiap tahunnya. Kebanyakan diakibatkan oleh kelainan (perubahan bentuk) pada tulang akibat penuaan atau reumatik pada sendi, dan dilatar belakangi oleh penuaan. Jumlah ini terus mengalami peningkatan sebesar delapan persen setiap tahunnya. Selama ini kelonggaran adalah masalah komplikasi utama pada penggunaan sendi buatan ini.

Abrasi pada sebuah sendi buatan ditimbulkan oleh pergerakan pada permukaan sendi. Untuk mengatasi hal ini, Yoshio Takatori, Toru Moro, dan beberapa peneliti lainnya di Universitas Tokyo, menggunakan bahan molekul tingkat tinggi bernama MPC yang sulit menimbulkan gesekan. Mereka membuat sendi buatan dengan memproses akhir (finishing) permukaan sendi yang berupa polietilen dengan MPC.

MPC mempunyai struktur yang sama dengan komponen membran sel manusia sehingga banyak digunakan pula pada proses akhir (pelapisan) kontaklens atau jantung buatan. Jika menimbulkan gesekan sekalipun, oleh badan akan sulit dikenali oleh tubuh makhluk hidup sebagai bahan material asing sehingga dikenal pula sebagai bahan yang sulit menimbulkan reaksi imun.

Grup penelitian ini telah melakukan pengujian abrasi atau ketahanan terhadap gesekan (Abrasion proof test) dengan meletakkan sendi buatan pada alat yang menjadi model untuk gerakan sendi pinggul/selangkangan, kemudian mengadakan uji terhadap pergerakan yang setara dengan 20 juta langkah kaki. Hal ini setara dengan langkah kaki yang digunakan manusia dalam aktifitas keseharian selama 25-30 tahun.

Sendi buatan umumnya pada tes uji abrasi yang dilakukan terhadap 10 juta langkah dapat menimbulkan abrasi sebanyak 30 miligram, sedangkan pada uji ketahanan abrasi yang dilakukan pada sendi buatan yang dilapisi dengan MPC ini telah dipastikan bahwa dengan beban mencapai 20 juta langkah pun tidak ditemukan abrasi sama sekali.

Bubuk polietilen, bahan utama sendi buatan, yang timbul dari abrasi akan dikenali oleh tubuh sebagai bahan material asing sehingga akan menimbulkan reaksi imun. Oleh sebab itu, tulang pinggul (pelvis), tulang paha (thigh) atau tulang lain di sekitar sendi yang menjadi dasar peletakan sendi buatan akan menjadi rusak, dan akhirnya menimbulkan kelonggaran pada sendi.

Pada umumnya sendi buatan akan mengalami kelonggaran dalam jangka 10-15 tahun. Jika hal ini terjadi maka diperlukan operasi kembali untuk pemasangan ulang sendi buatan, sehingga menimbulkan beban fisik yang cukup besar pada pasien. Dengan penggunaan sendi buatan temuan baru ini, diharapkan beban seperti ini akan dapat dikurangi.

Saat ini sedang diteliti apakah akan timbul abrasi pada sendi buatan ini terhadap beban yang setara dengan 40 juta langkah. Sedangkan Japan Medical Materials Corporation saat ini sedang mengadakan persiapan untuk melaksanakan tes klinisnya.

(ZM, sumber: http://ss.nikkei.co.jp/ss/)

Read More >>> ...

Mengenal dan Menangkal Radikal Bebas



Sampai permulaan abad ke 20, tidak seorangpun percaya bahwa suatu senyawa bernama radikal bebas dapat berada dalam keadaan bebas. Para ilmuwan masih menggunakan istilah radikal bebas untuk suatu kelompok atom yang membentuk suatu molekul. Perubahan terjadi ketika pada abad ke 20 seorang Rusia bernama Moses Gomberg yang lahir di Blisavetgrad pada tahun 1866, membuat radikal bebas organik pertama dari trifenilmetan, senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan dasar berbagai zat pewarna.

Berdasarkan penelitian Gomberg dan ilmuwan lainnya, istilah radikal bebas kemudian diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil, mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbit luarnya. Molekul tesebut bersifat reaktif dalam mencari pasangan elektronnya. Jika sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah.

Oksigen yang kita hirup akan diubah oleh sel tubuh secara konstan menjadi senyawa yang sangat reaktif, dikenal sebagai senyawa reaktif oksigen yang diterjemahkan dari reactive oxygen species (ROS), satu bentuk radikal bebas. Perisitiwa ini berlangsung saat proses sintesa energi oleh mitokondria atau proses detoksifikasi yang melibatkan enzim sitokrom P-450 di hati. Produksi ROS secara fisiologis ini merupakan konsekuensi logis dalam kehidupan aerobik.

Sebagian ROS berasal dari proses fisiologis tersebut (ROS endogen) dan lainnya adalah ROS eksogen, seperti berbagai polutan lingkungan (emisi kendaraan bermotor dan industri, asbes, asap roko, dan lain-lain), radiasi ionisasi, infeksi bakteri, jamur dan virus, serta paparan zat kimia (termasuk obat) yang bersifat mengoksidasi. Ada berbagai jenis ROS, contohnya adalah superoksida anion, hidroksil, peroksil, hidrogen peroksida, singlet oksigen, dan lain sebagainya. Pada Gambar 1 contoh produksi ROS pada proses sintesa energi dalam mitokondria, netralisasi oleh antioksidan enzimatis dan efeknya terhadap saraf motorik.

Pada kenyatannya, segala sesuatu dalam hidup ini memang diciptakan sang pencipta alam secara seimbang. Sistem defensif dianugerahkan terhadap setiap sel berupa perangkat antioksidan enzimatis (glutathione, ubiquinol, catalase, superoxide dismutase, hydroperoxidase, dan lain sebagainya). Antioksidan enzimatis endogen ini pertama kali dikemukakan oleh J.M. Mc Cord dan I. Fridovich (ilmuwan Amerika pada tahun 1968) yang menemukan enzim antioksidan alami dalam tubuh manusia dengan nama superoksida dismutase (SOD). Hanya dalam waktu singkat setelah teori tersebut disampaikan, selanjutnya ditemukan enzim-enzim antioksidan endogen lainnya seperti glutation peroksidase dan katalase yang mengubah hidrogen peroksidase menjadi air dan oksigen.

Sebenarnya radikal bebas, termasuk ROS, penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Namun bila dihasilkan melebihi batas kemampuan proteksi antioksidan seluler, maka dia akan menyerang sel itu sendiri. Struktur sel yang berubah turut merubah fungsinya, yang akan mengarah pada proses munculnya penyakit.

Stres oksidatif (oxidative stress) adalah ketidakseimbangan antara radikal bebas (prooksidan) dan antioksidan yang dipicu oleh dua kondisi umum:
- Kurangnya antioksidan
- Kelebihan produksi radikal bebas

Keadaan stress oksidatif membawa pada kerusakan oksidatif mulai dari tingkat sel, jaringan hingga ke organ tubuh, menyebabkan terjadinya percepatan proses penuaan dan munculnya penyakit. Berbagai penyakit yang telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas mencakup lebih dari 50, di antaranya adalah stroke, asma, diabetes mellitus, berbagai penyakit radang usus, penyumbatan kronis pembuluh darah di jantung, parkinson, hingga AIDS.

Teori penuaan dan radikal bebas pertama kali digulirkan oleh Denham Harman dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, AS pada 1956 yang menyatakan bahwa tubuh mengalami penuaan karena serangan oksidasi dari zat-zat perusak. Kanker dan tumor banyak disepakati para ilmuwan sebagai penyakit yang berawal dari mutasi gen atau DNA sel. Radikal bebas dan reaksi oksidasi berantai yang dihasilkan jelas berperan pada proses mutasi ini. Bahaya lainnya yang ditimbulkan radikal bebas adalah bila bereaksi dengan low-density lipoprotein (LDL)-cholesterol menjadi bentuk yang reaktif, dikenal faktual sebagai faktor resiko penyakit jantung.

Dugaan bahwa radikal bebas tersebar di mana-mana, pada setiap kejadian pembakaran seperti merokok, memasak, pembakaran bahan bakar pada mesin dan kendaraan bermotor. Paparan sinar ultraviolet yang terus-menerus, pestisida dan pencemaran lain di dalam makanan kita, bahkan karena olah raga yang berlebihan, menyebabkan tidak adanya pilihan selain tubuh harus melakukan tindakan protektif. Langkah yang tepat untuk menghadapi "gempuran" radikal bebas adalah dengan mengurangi paparannya atau mengoptimalkan pertahanan tubuh melalui aktivitas antioksidan.

Pemahaman ilmiah tentang hubungan radikal bebas dengan antioksidan baru muncul pada tiga hingga empat dekade terakhir ini. Hingga kini, berbagai uji kimiawi, biokimia, klinis dan epidemiologi banyak mendukung efek protektif antioksidan terhadap penyakit akibat stres oksidatif�D

Selain jenis antioksidan enzimatis seperti yang disebut di awal, dikenal pula jenis antioksidan nonenzimatis. Jenis ini dapat berupa golongan vitamin, seperti vitamin C, vitamin E serta golongan senyawa fitokimia. Suplemen vitamin banyak beredar di pasaran dalam berbagai dosis. Namun perlu diketahui, hingga saat ini para ahli masih sulit memastikan berapa komposisi yang seimbang antara radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh.

Beberapa antioksidan dalam dosis tertentu bisa berubah sifat menjadi prooksidan. Selain itu masalah dosis bersifat normatif, tergantung dari kondisi individu itu sendiri. Individu yang memang selalu berada dalam lingkungan yang memicu keadaan stres oksidatif, bisa mengkonsumsi suplemen vitamin. Sementara individu yang hidupnya relatif tenang, tidak memerlukannya, karena asupan dari makanan sehari-hari yang berkualitas sudah mencukupi.

Vitamin E dan C dikenal sebagai antioksidan yang potensial dan banyak dikonsumsi. Penelitian yang terbaru berdasarkan hasil studi epidemiologi menunjukkan asupan sehari vitamin E lebih dari 400 IU akan meningkatkan resiko kematian dan harus dihindari. Sementara dosis konsumsi vitamin E bagi orang dewasa normal cukup 8-10 IU per hari. Selama ini di pasaran suplemen vitamin E dan C umumnya dijual dalam dosis relatif tinggi. Beberapa produk mengandung vitamin C 1000 mg per tablet. Padahal, kecukupan gizi vitamin C per hari bagi orang dewasa yang hidup tenang, tidak stres atau kondisi lain yang tidak sehat, adalah sekitar 60-75 mg per hari. Untuk mereka yang tinggal di kota besar yang penuh polusi seperti Jakarta, dosis 500 mg bisa diterima.

Vitamin C dan E memang sudah lebih dulu dikenal sebagai jenis antioksidan yang efektif, namun keberadaan senyawa fitokimia sebagai satu alternatif senyawa antioksidan menjadi daya tarik luar biasa bagi para peneliti belakangan ini. Katakanlah, senyawa fenolik. Senyawa ini terdistribusi luas dalam berjuta spesies tumbuh-tumbuhan dan sejauh ini telah tercatat lebih dari 8000 struktur senyawa fenolik diketahui. Komponen fenolik merupakan bagian integral dari diet makanan manusia, terkandung dalam sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, dan sebagainya.

Walaupun asupan fenolik bervariasi tergantung lokasi geografi, diperkirakan asupan manusia seharinya berkisar 20 mg- 1 g, melebihi vitamin E. Berbagai hasil penelitian membuktikan senyawa fenolik kurkumin dari kunyit dan polifenol katekin dari teh bersifat protektif terhadap kanker lambung dan usus. Atau contoh lainnya adalah isoflavon yang banyak terdapat pada kedelai, ginseng, buah dan sayur, dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Senyawa lainnya adalah senyawa karotenoid. Amerika Serikat mencatat kanker prostat sebagai penyebab kematian kedua setelah kanker paru-paru di negaranya. Vogt TM dan rekan melaporkan kadar likopen dalam serum warga kulit hitam AS lebih rendah dibandingkan kulit putih. Hal ini patut diperhitungkan, mengingat tingginya kejadian kanker prostat di kalangan warga kulit hitam.

Penduduk negara mediteranian, seperti Italia, Yunani, Spanyol, Mesir, Siprus dan Maroko memiliki tradisi mengkonsumsi tomat. Studi epidemiologi di beberapa daerah di Italia dan Yunani menunjukkan angka kejadian yang rendah untuk penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker seperti kolon, payudara, dan prostat.

Tomat dikenal kaya dengan senyawa karotenoid, terutama likopen. Kandungan terbesarnya dalam tomat adalah dalam bentuk trans, namun dalam proses pemasakan berubah menjadi bentuk sis. Hal ini diduga juga terjadi secara in vivo. Likopen merupakan senyawa yang amat sulit larut dalam air. Dalam tomat sendiri, likopen berikatan dengan membran dan tidak mudah lepas. Selama proses pemasakan, ikatan tersebut melemah. Ini yang menjadi penyebab kandungan likopen pada tomat yang dimasak lebih banyak dibandingkan tomat segar.

Struktur kimia likopen membuatnya sebagai senyawa nonpolar yang jauh lebih mudah larut dalam minyak. Tradisi masakan mediteranian yang kerap berbahan tomat yang dimasak dengan minyak zaitun (olive oil) ternyata menghasilkan pelepasan likopen secara optimal dan membuatnya lebih efisien penyerapannya, sehingga mudah masuk ke jaringan dan sel.

Hingga saat ini, studi epidemiologi yang telah dilakukan secara konsisten menunjukkan hubungan terbalik antara konsumsi sayuran dan buah-buahan dengan resiko penyakit kardiovaskuler dan beberapa jenis kanker.

Fakta ini membuat salah satu pusat penelitian kanker di Amerika yaitu National Cancer Institute dan European School of Oncology Task Force on Diet, Nutrition and Cancer merekomendasikan konsumsi buah dan sayuran 5 kali atau lebih dalam sehari untuk mencegah terjadinya penyakit kanker. Hal yang sama juga dilakukan pemerintah Jepang yang dikenal begitu gencar melakukan promosi kesehatan. Kenko Nihon 21 mencantumkan target konsumsi sayuran bagi orang jepang : lebih dari 350 gr sehari. Dengan kondisi alam yang subur, kekayaan varietas tanaman dan tradisi makanan kaya rempah, manusia Indonesia pun tentu sangat mungkin menerapkannya.

Daftar bacaan

1. Encyclopaedia Britannica.
2. Emerit, Free Radical and Aging, , Birkhauser, England.
3. John H. Weisburger,Lycopene and tomato products in health promotion, American Health Foundation, 2002.
4. M.A. Soobrattee, V.S. Neergheen, et.al, Phenolic as potential antioxidant therapeutic agents: Mechanism and actions, Mutation Research, 579(1-2):200-13, 2005


Oleh : Rani Sauriasari, mahasiwa program Master di Graduate School of Medicine, Dentistry and Pharmaceutical Sciences, Environmental Health and Preventive Medicine Laboratory, Okayama University, Jepang. Email: gms17016@cc.okayama-u.ac.jp.

Read More >>> ...

Laki-laki lebih Rentan Terkena kanker Hati

Perbedaan sangat mendasar ditunjukkan tubuh laki-laki dan perempuan terhadap resiko terkena kanker hati, dan penyebabnya terletak di unsur genetik berdasarkan gender, demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan para ahli di Institut Teknologi Massachusetts (MIT).

Ini adalah kajian genome pertama yang menjelaskan kaitan antara gender dan kanker non-organ reproduksi, kata Arlin Rogers, pakar Patologi dan ketua tim peneliti MIT. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah “Cancer Research” itu, laki-laki berpotensi terkena kanker hati dua kali lebih besar daripada perempuan di Amerika Serikat. Di negara lain, terutama Asia, angka potensi ini bisa lebih tinggi, yakni 8-10 kali lipat lebih besar.

Kanker hati adalah jenis kanker tersering nomor 5 di dunia dan penyebab kematian nomor 3 terbesar. Angka kanker hati di Amerika lebih rendah daripada negara-negara lain, tetapi trennya menunjukan peningkatan yang drastic akibat infeksi hepatits C lewat transfusi darah yang terus melonjak sejak 1970-an dan tentunya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Faktor lain yang memicu angka kanker hati adalah masalah obesitas dan diabetes yang terus menjadi perhatian pemerintah. Rogers menjelaskan bahwa hati laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan yang cukup kentara. Perbedaan ini sangat jelas terlihat semasa periode pubertas, yakni ketika organ hati laki-laki lebih terekspos pertumbuhan hormon. Hal ini kemudian menyebabkan organ hati laki-laki dan perempuan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap antibiotik dan obat-obatan serupa.

Dalam penelitiannya para ilmuwan MIT mengkaji tikus yang juga punya tren lebih tinggi mengalami kanker hati pada jenis kelamin laki dibandingkan yang perempuan. Tikus itu kemudian disuntikkan bakteri hepatitis yang memproduksi gejala hepatitis yang sama dengan karakter hepatitis B dan C pada manusia. Baik pada manusia dan tikus, laki-laki dan perempuan yang sehat bisa menunjukkan reaksi terhadap racun akut dan tekanan-tekanan lain. Tetapi organ hati laki-laki ternyata tidak selengkap organ hati perempuan untuk menghadapi peradangan kronis yang muncul akibat infeksi zat-zat tertentu.

Ketika tikus jantan menghadapi hepatitis kronis, sebagian gen maskulin di hati ditingkatkan kerjanya, sebagian gen lain dihentikan aktifitasnya. Pada saat bersamaan sebagian gen feminim diaktifkan ulang. Akibat hal ini, para peneliti mencatat bahwa profil gen kemudian menjadi tidak jelas, istilahnya ‘kekacauan gender-hati’.

“Tidak ada alas an atau pola. Cuma memang kacau saja antara gen maskulin denga gen feminim,” jelas Rogers.

Masih menurut kajian para ahli, gen berdasarkan jenis kelamin ternyata menunjukan reaksi yang berbeda terhadap radang infeksi. Gen laki-laki saat berhadapan dengan hepatitis kronis bereaksi, sebagian kelebihan beban, sebagian lainnya kekurangan beban, sehingga organ hati tidak bisa mempertahankan fungsi metabolisme yang normal saat kanker muncul. Sementara itu perempuan dewasa relative lebih rendah potensi terkena kanker hati, karena gen di organ hati tidak merasa perlu berganti menjadi gen maskulin untuk menghadapi kanker, demikian ungkap Rogers.

WHO memperkirakan ada lebih dari 180 juta orang di dunia lebih terinfeksi hepatitis C, dan lebih dari 400 juta orang lainnya hidup dengan hepatitis B, bahkan beberapa pakar kesehatan mengatakan virus hepatitis lebih mudah menular dibandingkan virus HIV. Yang paling ditakuti dari penyakit ini adalah potensi berkembangnya penyakit ini menjadi kanker hati atau sirosis yang dapat berakhir pada kegagalan fungsi hati dan mengakibatkan kematian.

Jika dirunut berdasarkan jumlah angka kematian pasien, sirosis menempati urutan ketujuh sebagai penyakit kronis yang mematikan. Oleh karena itu kewaspadaan akan penyakit ini menjadi hal penting, mengingat penularannya kadang tidak disadari pasien. Apalagi faktor penyebaran virus di Indonesia berkembang sangat cepat yang salah satunya dipengaruhi oleh ketidaktahuan masyarakat ada tidaknya virus hepatitis yang diidapnya. Padahal 25% diantara pengidap yang tidak tahu ini berpotensi menderita sirosis setelah rentang waktu 15-20 tahun virus bersarang di tubuh mereka.

Menurut ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia Unggul Budihusodo, beberapa pola penyebaran virus hepatitis terjadi diantaranya melalui jarum tindik, alat narkotik, hubungan beresiko, tato, dan transfusi darah.

“Pada tahun 2000 disebutkan penularan melalui suntikan putaw mengontribusi 80 persen perkembangan penularan hepatitis, bahkan polanya sangat cepat,” ujar Unggul.
Laporan minggan WHO 2000 menyebutkan di dunia terdapat setidaknya 170 juta pasien terinfeksi virus hepatitis dengan perkiraan 315.000 kasus baru muncul setiap tahun.



-by Ade, dari berbagai sumber-

Read More >>> ...

Kebiasaan Tidur di Siang Hari “RESIKO STROKE”

Kaum lanjut usia, lansia, yang mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di siang hari memiliki resiko empat kali lebih besar untuk terkena stroke, demikian dikatakan para peneliti Amerika Serikat, Jumat.

Mereka juga menemukan resiko yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dan sejumlah penyakit yang memiliki kaitan dengan pembuluh darah jantung yang terkantuk-kantuk di siang hari tanpa melakukan kegiatan apapun.

“Bahkan para lansia yang tetap mengontrol penyakit-penyakit mereka seperti darah tinggi, diabetes, kelebihan berat badan, dan melakukan kegiatan fisik ditemukan mereka yang melakukan tidur siang umumnya mengalami serangan stroke,” kata Bernadette Boden Albala dari Coumbia University di New york.

Albala beserta rekan-rekannya melakukan penelitian dengan melibatkan 2.153 para lanjut usia dengan kisaran umur 73 tahun yang mengalami resiko stroke 2,6 kali lebih tinggi diantara lansia yang melakukan tidur di siang hari dibandingkan dengan lansia yang tidak tidur di siang hari. Mereka-mereka yang secara nyata melakukan tidur siang setiap hari memiliki resiko 4,5 lebih tinggi untuk terkena stroke. Hasilnya penelitian tersebut dibahas di pertemuan Persatuan Ahli Stroke Amerika Serikat di New Orleans adalah yang pertama kalinya mencoba menelaah hubungan antara tidur siang dengan gangguan pembuluh darah jantung yang dapat menimbulkan stroke.

Peneliti lainnya juga menemukan bahwa para lansia yang mengalami gangguan berupa tidur pulas mendengkur pada malam hari dan mengalami kondisi berhentinya pernapasan juga memiliki resiko tinggi untuk terkena stroke.

Bode Albala dalam penelitiannya juga menyertakan orang-orang keturunan Spanyol baik pria mapun wanita diatas usia 40 tahun yang menetap di kota New York dan tak ada satupun diantara mereka yang terkena serangan stroke. Para peneliti menanyakan seberapa sering mereka tertidur dalam situasi tertentu, misalnya saat menonton televisi, duduk tenang setelah makan siang tanpa mengkonsumsi minuman beralkohol dan pada saat menunggu lampu lalu lintas.

Sebanyak 44 persen mengatakan mereka tidak tertidur sama sekali, 47 persen tertidur untuk waktu pendek, 9 persen tertidur pulas. Setelah berselang 2,5 tahun, Albala dan rekan-rekannya kembali memeriksa berapa banyak yang terkena stroke atau penyakit gangguan pembuluh darah jantung misalnya serangan jantung. Mereka menemukan 40 mengalami stroke dan 127 lainnya mengalami penyakit gangguan pembuluh darah jantung dengan segala resikonya.
Para peneliti menemukan para lansia yang mengalami kesulitan paling hebat untuk tetap terbangun pada siang hari mengalami resiko stroke yang paling tinggi namun kejutan yang paling besar adalah di kalangan mereka yang tidur siang masuk kelompok moderat. “Kami juga menemukan kelompok ini memiliki resiko sebesar 2,5 kali lebih tinggi terkena stroke dan sekitar 60 persen mengalami resiko akibat gangguan pembuluh darah jantung,” kata Boden Albala.

Albala mengatakan masih belum jelas apa kaitan antara rasa kantuk di siang hari atau tertidur mendengkur dengan disertai berhentinya kondisi bernapas pada saat tidur di malam hari dengan meningkatnya resiko terkena penyakit stroke. “Apa kaitannya antara faktor-faktor kondisi tersebut kami harus menyelidiki lebih jauh,” katanya.

Dari satu penelitian lainnya yang hasilnya juga dikemukakan di pertemuan di New Orleans bahwa melakukan kegiatan aerobic dengan gerakan yang ringan dapat membantu lansia terhindar dari stroke bahkan mereka yang menderita penyakit jantung atau diabetes sekalipun. Penelitian tersebut yang melibatkan 60 ribu orang mengemukakan manfaat kegiatan olahraga ringan untuk mencegah stroke.

“Kami menemukan kegiatan olahraga mulai dari yang paling ringan hingga sedang bagi pria dan wanita lanjut usia dapat mengurangi resiko terkena stroke dab serangan jantung,” kata Steven Hooker dari universitas South Caolina. Sekitar 780 ribu lansia di AS terkena stroke setiap tahunnya dan 150 ribu diantaranya meninggal dunia.


-by Ade, dari berbagai sumber-

Read More >>> ...

Bawang Merah (Allium cepa)


Sinonim :
--

Familia :
Amaryllidaceae (Liliaceae).

Uraian :
Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam. Bagian yang Digunakan Umbi lapis.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Bawang abang mirah (Aceh); Pia (Batak); Bawang abang (Palembang); Bawang sirah, Barambang sirah, Dasun merah (Minangkabau); Bawang suluh (Lampung); Bawang beureum (Sunda); Brambang, Brambang abang (Jawa); Bhabang mera (Madura); Jasun bang, Jasun mirah (BaIi); Lasuna mahamu, Ransuna mahendeng, Yantuna mopura, Dansuna rundang, Lasuna randang, Lansuna mea, Lansuna Raindang (Sulawesi Utara); Bawangi (Gorontalo); Laisuna pilas, Laisuna mpilas (Roti); Kalpeo meh (Timor); Bowang wulwul (Kai); Kosai miha; Bawa rohiha (Ternate); Bawa kahori (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cepae Bulbus; Umbi lapis Bawang Merah.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Menghangatkan, rasa dan bau tajam. KHASIAT Bakterisid, ekspektoran, dan diuretik. PENELITIAN M. Jufri Samad, 1987. FMIPA Farmasi UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh ekstrak umbi lapis Bawang Merah terhadap penurunan kadar gula darah normal kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak umbi Bawang Merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46 %. Pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21 %, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00 %. Tri Purwaningsih, 1991. FMIPA Farmasi UI. Telah melakukan penelitian efek protektif Bawang Merah pada kerusakan hati akibat karbon tetraklorida.Dari hasil penelitian tersebut, ternyata Bawang Merah menghambat peningkatan GPT plasma dan kerusakan jaringan hati akibat CCl4.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
1. Batuk.
2. Haid tidak teratur.
3. Kencing manis.
4. Obat cacing.
5. Demam pada anak-anak (obat luar).
6. Perut kembung pada anak-anak (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk
Ramuan:
Umbi Bawang merah 4 gram
Daun Poko segar 4 gram
Daun Sembung segar 3 gram
Herba Pegagan segar 4 gram
Buah Adas 2 gram
Air 125 ml

Cara pembuatan:
Dipipis, dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml. Apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. pil, diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Kencing Manis
Ramuan:
Umbi Bawang Merah (dirajang) 4 gram
Buah Buncis (dirajang) 15 gram
Daun Salam (dirajang) 10 helai
Air 120 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum sehari 1 kali 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.
Demam dan Perut

Kembung pada Anak-anak
Ramuan:
Umbi Bawang Merah (potong tipis) secukupnya
Minyak Kelapa secukupnya
Minyak Kayu Putih secukupnya

Cara pembuatan:
Diremas-remas.

Cara pemakaian:
Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangnn pada anak yang demam.

Komposisi :
Minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin, dan zat pati.

Read More >>> ...

Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L,)


Sinonim :
-

Familia :
Papilionaceae (Leguminosae).

Uraian :
Simplisia ini masih diimport, sebab belum dapat ditanam di Indonesia. Bagian yang digunakan Akar.

Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Menetralkan, rasa manis. KHASIAT Ekspektoran, anti inflamasi, dan spasmolitik.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
Anti kolestrol.
Bronkhitis.
Batuk.
Mulas
Tukak lambung

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk
Ramuan:
Akar Manis 1,5 gram
Rimpang 8 gram
Daun Sirih 3 lembar
Air 130 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang sampai sembuh.

Tukak Lambung
Ramuan:
Akar Manis 3 gram
Rimpang Kunyit 4 gram
Air 130 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan
Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

Peringatan
Takaran yang terlalu besar dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.

Komposisi :
Glisirhisin, saponin, glikosida likuiritin, asparagin, umbeliferona, glabrolida, glukosa, sukrosa, asam likuiritat, asam hidroksiglisirhitat, zat pahit, minyak atsiri, dan asparagin.

Read More >>> ...

Cara Jitu Usir Ngemil

Mungkin Anda termasuk orang yang senang makan ketika sedang stres. Celakanya, camilan yang dimakan ketika stres adalah donat, gorengan, dan segala jenis makanan berlemak.

Coba ikuti petunjuk berikut ini, sebelum Anda mulai mengunyah ketika dilanda stres.

Pilih Jenis Karbohidrat kompleks

Saat sedang stres, pilih makanan jenis karbohidrat karena zat gizi ini bersifat sebagai penenang dengan mengeluarkan zat bernama serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter di otak yang menenangkan. Karbohidrat kompleks seperti kentang rebus, roti gandum, jagung rebus, atau ubi rebus butuh waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan donat, wafer, kue-kue, cakes, sehingga membuat kita lebih tahan lapar. Ini akan mencegah gula darah cepat turun karena terlalu banyak mengonsumsi gula. Konsumsi gula justru membuat rasa cemas jadi lebih parah dalam jangka panjang.

Jangan terlalu lapar

Buat orang yang senang diet ketat, ketahuilah menahan lapar berkepanjangan justru menyebabkan kecemasan jadi bertambah parah. Itu karena kadar gula terlalu rendah, sehingga otak tak mampu menjaga kadar serotonin yang membuat kita jadi tenang.

Tambahkan asam lemak omega-3

Meskipun belum konklusif, ada bukti bahwa asam lemak esensial ini membantu mengatasi cemas dan depresi. Sumber asam lemak omega-3 adalah ikan salmon, ikan kembung, kacang-kacangan, telur.

Tambahkan multivitamin dan mineral

Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan tubuh cemas. Vitamin B berfungsi membuka kunci energi di makanan, khususnya vitamin B6 membantu menghasilkan serotonin di otak.

Cukup pasokan air

Dehidrasi kronis, meskipun hanya ringan, dapat menyebabkan rasa cemas. Pastikan tubuh selalu mendapat pasokan air delapan gelas sehari.

Kurangi kafein

Cola, kopi, teh, cokelat, atau apa pun yang mengandung kafein dapat membuat sistem saraf jadi kewalahan. Kafein memang menyebabkan Anda jadi waspada. Namun, jika berlebihan akan mengubah Anda menjadi gugup, cemas, dan bila parah sekali membuat panik.

Pantang alkohol

Banyak orang minum alkohol untuk menenangkan saraf, tetapi hasilnya justru malah kebalikannya. Untuk sejumlah orang, hangover, insomnia, buang air kecil berlebihan, dehidrasi merupakan tahap menuju rasa cemas. Alkohol dapat menyebabkan serangan panik. Pilihlah jus buah-buahan seratus persen, sebagai pilihan bijak kala menghadapi situasi stres.

Pilih minuman herbal

Sekarang di berbagai supermarket terkemuka tersedia aneka pilihan teh herbal yang menenangkan saraf. Jenis teh herbal itu adalah chamomile dan lemon balm. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan, hamil, atau menyusui.

Olahraga

Gerak badan juga merupakan solusi alami mengatasi stres dan kecemasan. Olahraga meringankan ketegangan otot, mengurangi tekanan darah, dan jika cukup, menghasilkan endorfin dari otak. Ini adalah zat yang membuat Anda merasa gembira dan rileks.

Sumber: Senior

Read More >>> ...

Tujuh Gerakan Senam Mata Mempertajam Penglihatan

Senam mata tak cuma membuat mata tetap awas dan sehat. Keriput dan gelambir kantong di bawah mata juga bisa dicegah. Gerakannya cukup mudah untuk dilakukan setiap hari.

Salah satu organ penting panca indera kita adalah mata. Sayangnya kesibukan dan rutinitas kerja membuat kita lupa mengolahragakan mata. Olahraga mata artinya menggerakkan mata dengan gerakan tertentu untuk meningkatkan kemampuan mata itu sendiri. Tujuannya untuk menghindari berbagai gangguan pada mata, seperti penyakit rabun dekat, rabun jauh, mata terasa kabur, mata pedih dan mata merah.

Pola hidup dan pola makan yang keliru juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Pada penderita diabetesi dan hipertensi, kemungkinan terkena katarak, glaukoma, dan retinopati (kerusakan pada selaput jalan mata) bisa saja terjadi. Hal yang sama dapat memicu timbulnya penyakit pada mata bila Anda sering depresi, stres atau suka marah.

Menjaga dan melatih mata agar selalu sehat sebenarnya tidak sulit. Menurut Oei Gin Djing, akupunturis yang juga praktisi chikung dan prana yang tinggal di Jakarta, ada cara mudah melatih mata Anda agar tetap dapat melihat indahnya dunia, yakni denga melakukan senam mata setiap hari.

Senam mata sangat berguna bagi Anda yang sering menggunakan mata saat bekerja. Seperti akuntan, ilmuwan, penjahit, pecinta buku, penulis, pelajar, ahli komputer, dan siapapun yang banyak memanfaatkan matanya. Senam ini bisa dilakukan dalam posisi berdiri, duduk, berbaring, maupun kondisi mata terpejam.

Lebih jauh, kata Oei, senam mata mempunyai banyak manfaat. Contohnya, mengurangi atau menghilangkan penyakit mata, mencegah timbulnya tumor di belakang mata dan di kelenjar hipofisis (pituitari), menghilanqkan lingkaran dan bengkak di bawah mata atau menghilangkan kantong mata, mengurangi keriput di sekitar mata, membuat otot mata dan sekitarnya menjadi elastis dan kuat, serta mempertajam penglihatan.

“Sebaiknya sebelam dan setelah melakukan gerakan senam mata, gosok-gosok telapak tangan sampai panas. Kemudian tempelkan telapak tangan dimata selama 2,5 menit,”katanya.

Gerakan-gerakannya:

1. Kepala tegak lurus ke depan. Arahkan pandangan mata ke atas (langit-langit), kemudian melihat ke lantai. Lakukan gerakan ini secara perlahan-lahan dan mantap 5-10 kali setiap hari.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Gerakkan bola mata ke kiri dan ke kanan. Usahakan seperti ingin melihat telinga. Lakukan gerakan ini sebanyak 5-10 kali setiap harinya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. Gerakkan bola mata ke atas. Tahan bola mata di atas. Kemudian gerakkan ke kiri atas dan ke kanan atas. Lakukan gerakan ini sebanyak 5-10 kali setiap hari.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

4. Gerakkan bola mata ke bawah dan tahan di bawah. Kemudian gerakkan bola mata ke kiri bawah dan ke kanan bawah. Lakukan gerakan ini sebanyak 5-10 kali setiap harinya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5. Gerakkan bola mata ke atas dan ke bawah pada sudut-sudut yang berlawanan (selang-seling), dimulai dari pojok kiri atas ke pojok kanan bawah. Lakukan gerakan ini sebanyak 5-10 kali setiap hari.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

6. Gerakkan bola mata seperti pada gerakan sebelumnya, tetapi dimulai dari pojok kiri bawah ke pojok kanan atas.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

7. Putar bola mata ke kiri searah jarum jam sebanyak 5-10 kali. Kemudian, putar bola mata ke kanan, berlawanan dengan arah jarum jam sebanyak 5-10 kali. Lakukan gerakan tadi sebanyak 5-10 kali.(catatan: pada saat akan berganti di putaran ke kiri, hentikan dulu dan pejamkan mata selama 5-10 detik.)


Sumber: Senior

Read More >>> ...

Akar Wangi (Vitiveria zizanioides (L,) Nash. Ex, Small)

Sinonim :
Andropogon zizanioides Urban. Andropogon squarrosus Hackel. Andropogon muricatus Retz.

Familia :
Poaceae (Gramineae).

Uraian :
Rumput menahun, tinggi dapat mencapai 1 meter. Batang lunak, beruas-ruas, berwarna putih. Daun tunggal, bentuk pita, ujung runcing. Pelepah memeluk batang, warna hijau keputih-putihan. Perbungaan bentuk bulir di ujung batang. Buah padi, berduri, berwarna putih kotor. Akar termasuk akar serabut berwarna kuning. Bagian yang digunakan Akar dan minyak atsiri.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Useur (Gayo); Hapias, Usar (Batak); Akar babau (Minangkabau); Akar banda (Timor); Iser, Morwastu (Sumatera Utara); Usa, Urek usa (Makasar); Janur, Narawastu, Usar (Sunda); Larasetu, Larawastu, Rarawestu (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Vitiveriae Radix; Akar wangi. Oleum Vitiveriae aetheriae; Minvak Akar wangi.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Khasiat Diaforetik.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN
Bau mulut (obat kumur).
Rematik (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN

Napas/Mulut bau
Ramuan:
Akar wangi beberapa potong
Daun Sirih segar 2 lembar
Herba Pegagan segar 1 genggam
Buah Kapulaga 6 butir
Air 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Untuk berkumur 2 kali sehari, tiap kali pakai 100 ml Bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat, sebagian dapat ditelan karena tidak berbahaya.

Komposisi :
Akar: Minyak atsiri, hars, dan zat pahit. Minyak: Vetiverin, vetiveron, veton, dan vetivazulen. Kegunaan Bau mulut (obat kumur). Rematik (obat luar).

Read More >>> ...